FOTO: Banjir Bandang Solok Renggut 1 Nyawa, 1 Korban Masih Hilang

23 Sep 2026 Iklim

Kronologi dan Fakta Terkini di LapanganBanjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Nepal dan Tibet di kawasan Himalaya hingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Bencana yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) tersebut juga menyebabkan ribuan orang masih belum ditemukan.

Menariknya, hingga Minggu (30/8), total korban tewas di Nepal dan Tibet mencapai 750 orang, sementara lebih dari 3.000 orang dilaporkan masih hilang. Proses pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Usut punya usut, dampak Warga dan Langkah Penanganan TerkaitOtoritas Nepal melaporkan sedikitnya 734 orang meninggal dunia dan 2.498 orang masih hilang. Sementara itu, otoritas China sebelumnya melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di wilayah Tibet.

Di tengah sorotan tersebut, dengan demikian, seperti dilansir AFP, Minggu (30/8/2026), jumlah korban meninggal dari kedua wilayah mencapai 750 orang. Adapun total orang yang masih hilang mencapai 3.044 orang.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, tim penyelamat Nepal dan China masih mencari ribuan orang yang hilang akibat banjir dan longsor. Material berupa air, lumpur, batu, dan es menyapu sejumlah desa serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang menyulitkan akses ke wilayah terdampak.

Tak hanya itu, konteks Isu dan Tindak Lanjut OtoritasUpaya pencarian juga menghadapi cuaca buruk dan ancaman banjir susulan. Persediaan makanan dan air di sejumlah lokasi mulai menipis, sementara material lumpur dan es membentuk danau lumpur yang berpotensi membahayakan petugas.

Di satu sisi, pemerintah Nepal memperingatkan warga di wilayah terdampak mengenai kemungkinan terjadinya banjir susulan. Peringatan tersebut disampaikan setelah permukaan air Sungai Bhotekoshi kembali mengalami kenaikan.

Sementara itu, peringatan banjir dikirim ke ponsel warga pada Minggu pagi. Warga di sejumlah wilayah juga memilih mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kondisi yang memburuk.

Artikel asli dipublikasikan oleh CNN Indonesia: Baca Sumber Asli

Dapatkan Berita Terbaru

Terhubung dengan perkembangan peristiwa terdepan di dunia

Artikel Terkait